Workshop Psikoedukasi: Kecemasan Kesehatan,Normalkah?

oleh Ichsan Atmaja, diterbitkan pada 2021-10-11 03:03:17
Liputan Utama Berita Utama



 



Jakarta, 7 Oktober 2021 – Pandemi Covid-19 membuat kita menjadi lebih waspada terhadap kesehatan diri. Namun, di sisi lain, situasi ini juga kerap membuat kita menjadi lebih khawatir dan cemas akan kondisi kesehatan kita.

 

Pemberitaan terkait pandemi di berbagai media yang terkadang menyesatkan membuat kekhawatiran kita kerap semakin tinggi. Tanpa kita sadari, gangguan kecemasan berlebihan terhadap kesehatan dapat memicu pelemahan kondisi kesehatan mental. Hal ini juga dapat mempengaruhi produktivitas dalam bekerja dan beraktivitas.

 

Untuk itu, dalam rangka meningkatkan awareness dan pengetahuan terkait kecemasan kesehatan, Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan (Itjen Kemenkeu)  menyelenggarakan acara Webinar Psikoedukasi: “Kecemasan Kesehatan, Normalkah?” secara virtual dan dibuka untuk seluruh pegawai Kemenkeu. Kegiatan ini juga diselenggarakan untuk turut serta merayakan Hari Kesehatan Mental Dunia yang jatuh pada 10 Oktober dan juga peringatan Hari Oeang pada tanggal 30 Oktober mendatang.

 

Acara Webinar siang ini mengundang Sali Rahadi Asih, M.Psi., MGPCC., Ph.D., atau biasa disebut Mbak Alin, seorang akademisi dengan spesialisasi psikologi kesehatan, psikolog klinis, trainer, dan asesor yang memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman profesional serta lebih dari 20 karya yang telah dipublikasikan.

 

Dimoderatori Auditor Inspektorat Bidang Investigasi, Disqa Ardityasari, acara webinar kali ini membahas mengenai apa ciri-ciri seseorang yang memiliki kecemasan, bagaimana cara untuk mengatasi kecemasan kesehatan, dan langkah apa yang bisa kita ambil untuk mengatasi kondisi tersebut.

 

Mbak Alin menyebut bahwa kecemasan kesehatan biasa dikenal dengan istilah hipokondria. Hipokondria merupakan suatu kondisi kecemasan atau kekhawatiran berlebih dengan pemikiran bahwa diri sedang atau mungkin mengalami sakit parah, padahal bisa jadi gejala yang terjadi tidak berbahaya.

 

Kecemasan kesehatan berbeda dengan kecemasan umum. Kecemasan kesehatan dipicu oleh kondisi kesehatan ringan yang mungkin dapat berkaitan dengan penyakit serius. Misalnya ketika batuk, yang terpikirkan adalah terjangkit virus Covid-19. Sedangkan kecemasan umum dipicu oleh kegiatan sehari-hari atau bahkan kecemasan itu sendiri.

 

Menurut Mbak Alin, kecemasan kesehatan dapat mendorong individu untuk mendapat diagnosis dari dokter atau justru menghindari dokter sama sekali, sedangkan kecemasan umum belum tentu mendorong individu untuk mendapat diagnosis dari dokter atau psikolog.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN