Itjen Terus Dukung DJP Amankan Penerimaan Negara

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2021-08-31 04:35:36
Berita Utama Liputan Utama Galeri



 

Jakarta, 30 Agustus 2021 – Saat ini, pandemi masih menjadi hambatan yang nyata. Tak terkecuali dalam proses pengumpulan pundi-pundi penerimaan negara khususnya penerimaan pajak yang merupakan sumber utama pendapatan negara. Tentunya, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) harus bekerja lebih ekstra demi mencapai target yang telah ditetapkan dalam UU APBN. Inspektorat Jenderal hadir dan akan terus mendukung setiap upaya yang dilakukan DJP dalam mengumpulkan dan mencapai target penerimaan negara khususnya penerimaan perpajakan.

Menurut Irjen Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh dalam arahannya pada acara Rakorda III Kanwil DJP Banten, tahun 2021 ini sinyal penguatan ekonomi mulai muncul. Ekspor dan impor juga menunjukkan pebaikan. Awan berpesan agar pandemi tidak terlalu dijadikan masalah. Pandemi bisa diatasi dengan mencari terobosan atau cara kerja yang disesuaikan dengan protokol kesehatan misalnya dengan memanfaatkan ketersediaan data.

Dalam acara yang diselenggarakan secara hybrid pada Senin (30/8) pagi tersebut, Awan menyatakan bahwa Itjen sepenuhnya mendukung upaya-upaya yang dilakukan DJP dalam mengamankan penerimaan pajak. Dalam misinya menjadi trusted advisor, Itjen juga selalu menjadi partner agar tata kelola DJP selalu baik.

Awan juga menekankan spirit Itjen yaitu WISE yang merupakan singkatan dari Wisdom, Integrity, Solution, dan Efektif. Dalam menjalankan tugas, agar Itjen jangan seperti ditakuti apalagi menakut-nakuti,” ungkapnya. Awan menjelaskan bahwa bekerja harus sesuai data, fakta, dan pengalaman yang dilandasi dengan integritas. Selain itu, Itjen juga ingin memberi solusi yang mampu membawa manfaat bagi unit yang diawasi.

Tak lupa, Irjen Awan juga mengingatkan tentang lima nilai dan sepuluh perilaku utama Kementerian Keuangan sebagai upaya peningkatan awareness. Nilai pertama yaitu integritas yang merupakan kunci, inti dari sikap dan perilaku sehari-hari, sehingga integritas tidak bisa ditawar.

Kemudian yang tidak kalah penting yaitu kepemimpinan yang juga digunakan sebagai tindakan pengendalian. Selain itu, tindakan pengendalian dapat dilakukan melalui komunikasi yang baik, memperhatikan SOP dan kelemahannya, mengenali pribadi dan kondisi pegawai, serta mitigasi risiko yang tepat sasaran atas penyebab fraud.

Di akhir arahannya, Awan berpesan untuk tetap menjaga semangat dan selalu waspada di masa pandemi dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.  Di luar itu semua, Awan mengingatkan untuk selalu berdoa dalam mengawali setiap langkah. Tunjukkan bahwa semangat pantang menyerah itu ada untuk mencapai target yang diamanahkan,” pungkasnya.

 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN