Penguatan Nilai Pertama Kemenkeu, Integritas!

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2021-07-29 00:44:22
Berita Utama Galeri Liputan Utama



 

Jakarta, 27 Juli 2021 - Kementerian Keuangan memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap integritas para pegawainya Dari lima nilai Kementerian Keuangan, integritas menjadi nilai pertama yang harus dimiliki oleh seluruh jajaran Kemenkeu. Irjen Sumiyati dalam Webinar Penguatan Integritas Jabatan Fungsional DJKN di Lingkungan Kanwil DJKN Aceh yang diselenggarakan secara virtual pada Selasa (27/7) pagi, juga mengatakan pentingnya nilai integritas bagi seluruh insan Kemenkeu. “Empat nilai lainnya tidak akan bisa kita laksanakan secara optimal kalau integritas tercederai,” ungkapnya.

Pandemi Covid-19 memberikan tekanan yang lebih besar terhadap integritas para pegawai. Pelaksanaan tugas yang sebagian dikerjakan dari rumah, menambah daftar risiko baru yang dapat merusak integritas para pegawai di lingkungan Kemenkeu.

Di samping itu, Kemenkeu juga memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap pemulihan ekonomi dan penanganan kesehatan. Merebaknya virus corona varian delta juga memberikan tekanan hebat dari sisi pendapatan negara terutama perpajakan dan peningkatan belanja negara. Karena itu, diharapkan PNBP dapat menjadi sumber penerimaan yang semakin besar porsinya.

Irjen Kemenkeu juga meminta kepada seluruh jajaran DJKN untuk memperkuat upaya pencegahan fraud di Kemenkeu. Sumiyati menyebut jika sampai terjadi penyimpangan, usaha yang harus dikeluarkan untuk membangun kepercayaan dan reputasi Kemenkeu tidak mudah dan ringan.

Inspektur Bidang Investigasi Mohammad Dody Fachrudin dalam kesempatan ini juga menyampaikan beberapa area rawan fraud di Kanwil dan KPKNL DJKN. Namun, ia mengapresiasi indeks nasional Survei Penilaian Integritas DJKN yang mengalami peningkatan cukup tinggi di tahun 2020 hingga mencapai perolehan nilai 92,52. “Teman-teman (DJKN) sudah melakukan upaya luar biasa. Budaya dan lingkungan sudah terbangun, SOP sudah meng-cover risiko, dan teman-teman sudah berhasil mengidentifikasikan risiko (yang ada dalam organisasi),” jelasnya.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN