Menata Diri pada Masa Pandemi

oleh Kurnia Fitri Anidya, diterbitkan pada 2021-07-26 15:33:01
Liputan Khusus Tanpa Kategori Berita Utama Menu Galeri Liputan Utama


Jakarta, 26 Juli 2021 – Pandemi  Covid-19 membawa perubahan yang sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan setiap individu. Berbagai ketidakpastian  saat pandemi memunculkan tekanan dan kecemasan  yang harus segera ditangani. Tekanan finansial yang terjadi akibat pandemi Covid-19 menuntut kita menyadari pentingnya menyiapkan dana darurat dan mengelola keuangan pribadi. Di samping itu, perubahan budaya kerja dari bekerja di kantor menjadi bekerja dari rumah memunculkan kebutuhan  untuk lebih dapat menata area kerja baru di rumah demi tercapainya produktivitas. 

 

Sebagai upaya membangun pribadi yang adaptif di tengah pandemi, hari ini (26/7) diselenggarakan webinar Adaptif di Tengah Pandemi  oIeh tjen Kemenkeu. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka peluncuran aplikasi E-Perpus Itjen Kemenkeu.

 

Untuk membantu peserta webinar dalam menata pengelolaan finansial, Prita Hapsari Ghozie, CEO sekaligus Principal Consultant Zapfinance, membagikan tips mengenai 3 money habit ala Prita. 3 kunci pengelolaan tersebut adalah  prioritaskan manfaat barang dibandingkan biayanya, susun anggaran tiap bulan, dan lacak perjalanan keuangan kita.

Prita juga mengungkapkan ada 5 bidang seputar keuangan pribadi yang kemungkinan terdampak akibat pandemi Covid-19. Earning power, emergency saving, healthcare assurance, college-fund savings, danretirement savings adalah lima aspek yang kemungkinan berdampak pada setiap keluarga dengan skala yang berbeda-beda.

 

Selain kemampuan menata keuangan, menata rumah juga sama pentingnya. Pergeseran area kerja dari kantor ke rumah masa pandemi (Work From Home), serta ketentuan pembatasan aktivitas fisik di luar rumah, membuat kita menghabiskan sebagian besar waktu kita di rumah. Penataan ruang dapat membantu kita mengurangi kecemasan dan stress saat bekerja maupun beraktivitas di rumah.

 

Aang Hudaya, Co-Founder Gemar Rapi menyampaikan bahwa berdasarkan penelitian, terdapat hubungan antara kadar kortisol (hormon stress) yang tinggi pada pemilik rumah yang rumahnya berantakan. Aang juga menekankan bahwa untuk dapat hidup rapi, kita perlu dikelilingi oleh barang yang diperlukan saja.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN