Peran Itjen Kemenkeu Tingkatkan Kualitas Kinerja Anggaran

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2021-07-05 11:11:19
Galeri Liputan Utama Berita Utama


 

Jakarta, 2 Juli 2021 – Akhir Maret lalu, Menteri Keuangan memberikan apresiasi kepada Kementerian/Lembaga yang memperoleh Nilai Kinerja Anggaran Tahun Anggaran (TA) 2020 pada kategori Sangat Baik (>90). Kementerian Keuangan berhasil meraih peringkat pertama kinerja anggaran TA 2020 pada kelompok K/L kategori pagu besar dengan nilai 98,22 dengan predikat Sangat Baik. Penghargaan ini berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 118/KMK.02/2021 tentang Penetapan Kementerian Negara/Lembaga yang Diberikan Penghargaan atas Kinerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Tahun Anggaran 2020 tanggal 22 Maret 2021.

Keberhasilan Kementerian Keuangan ini tak lepas dari peran Inspektorat Jenderal dalam mengawal penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) agar benar-benar produktif dan berkualitas. Inspektorat Jenderal semakin memperkuat peran ini sesuai dengan amanat Presiden Jokowi terkait perubahan pola penganggaran berbasis kinerja, dimana setiap rupiah yang dikeluarkan harus bermanfaat untuk bangsa dan negara. Anggaran tidak hanya mengikuti fungsi yang menjadi tugas suatu K/L namun lebih spesifik ke suatu program yang dijalankan atau money follows program.

Itjen sebagai APIP Kemenkeu mengawal keuangan negara sejak perencanaan sampai pada pelaporan bahkan saat pemeriksaan oleh BPK. Hal tersebut mengharuskan Itjen melakukan koordinasi dan penyesuaian dalam menyusun program kerja pengawasan karena APIP memiliki tugas untuk mengawal secara end to end. Peran APIP harus dilaksanakan secara maksimal dan memberikan nilai tambah sehingga anggaran yang terbatas dapat digunakan untuk menghasilkan outcome sesuai yang ditetapkan.

Peran Itjen Kemenkeu dalam mereviu RKA-K/L dimulai sejak 2013 dengan tujuan memberikan limited assurance, memenuhi kaidah perencanaan penganggaran dan memastikan adanya prinsip value for money. Kunci keberhasilan dalam reviu RKA-K/L adalah komitmen pimpinan, sinergi yang baik, peningkatan kompetensi SDM dan auditor, fungsi konsultasi, serta pemanfaatan data analytics.

Semoga dengan prestasi yang diraih Kemenkeu ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh keluarga Kemenkeu untuk terus memaksimalkan perannya masing-masing. Khususnya Inspektorat Jenderal untuk terus mengawal keuangan negara secara end to end dan memberikan nilai tambah bagi Kemenkeu demi kesejahteraan masyarakat.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN