Itjen Konsisten Jaga dan Tegakkan Integritas

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2021-07-05 11:09:32
Berita Utama Galeri Liputan Utama



 

Jakarta, 29 Juni 2021 - Sesuai amanat PMK 190/PMK.01/2018, Inspektorat Jenderal Kemenkeu secara konsisten melakukan pencegahan pelanggaran kode etik dengan internalisasi nilai-nilai Kemenkeu serta kode etik dan kode perilaku. Pagi ini, Sekretariat Itjen bekerjasama dengan Inspektorat VI menyelenggarakan Sosialisasi Kode Etik dan Kode Perilaku dan Penanganan Benturan Kepentingan di Lingkungan Inspektorat Jenderal. Acara ini diadakan sebaai langkah meningkatkan budaya organisasi Inspektorat Jenderal agar para pegawai memahami dengan baik kode etik maupun penanganan benturan.

Sosialisasi yang diikuti seluruh pegawai Itjen ini dimaksudkan untuk meningkatkan integritas pegawai, meningkatkan awareness dan pemahaman bagi pejabat/pegawai terkait kode etik dan disiplin, meningkatkan pemahaman dan persepsi pejabat/pegawai yang memadai terkait benturan kepentingan, serta upaya mencegah adanya tindakan pelanggaran kode etik dan benturan kepentingan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Inspektorat Jenderal Bambang Karuliawasto menegaskan bahwa implementasi kode etik dan kode perilaku merupakan tanggung jawab setiap pegawai Kementerian Keuangan. Di samping itu, upaya pencegahan terjadinya pelanggaran atas kode etik dan kode perilaku menjadi tanggung jawab pimpinan atau atasan langsung. Apabila terjadi pelanggaran, penegakan atau penindakan dilakukan dengan penelitian oleh atasan langsung maupun pembentukan majelis kode etik, yang hasilnya dapat berupa penjatuhan sanksi atau pernyataan tidak bersalah.

Bambang menjelaskan pula bahwa dalam upaya menjaga integritas pegawainya, Itjen merintis peraturan di lingkungan internal terkait pedoman penanganan benturan kepentingan sesuai Keputusan Inspektur Jenderal Nomor KEP-34/IJ/2020 yang berlaku sejak 6 April 2020. Pedoman tersebut dapat menjadi acuan untuk mengenal, mencegah, dan mengatasi benturan kepentingan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Selain itu, juga memberikan keseragaman pemahaman dan tindakan dalam melaksanakan penanganan benturan kepentingan bagi unit kerja maupun pegawai ASN di lingkungan Inspektorat Jenderal.



Inspektur VII Alexander Zulkarnain pun menekankan bahwa penanganan benturan kepentingan itu penting karena dalam kegiatan pengawasan auditor seringkali dihadapkan pada situasi tersebut. Sehingga auditor harus tahu pasti cara menangani benturan kepentingan. Menurut penuturannya, Itjen menjadi yang terdepan daripada K/L lain untuk mendalami penanganan benturan kepentingan. Sehingga, acara sosialisasi ini sebaiknya dilakukan lebih dari sekali dalam satu tahun.

Prinsip dasar pedoman benturan kepentingan adalah hal-hal yang harus dilakukan/diungkapkan oleh pegawai Itjen dalam setiap pelaksanaan tugas. Serta, upaya pimpinan yang harus mengendalikan dan menangani benturan kepentingan secara memadai juga memberikan keteladanan. Secara garis besar pencegahan benturan kepentingan dibagi menjadi tiga yaitu deklarasi hubungan afiliasi pada setiap awal tahun, penandatanganan pakta integritas setiap melakukan penugasan, dan pelaporan situasi benturan kepentingan kepada pimpinan.

Kepala Subbagian Kepatuhan Internal Bagian Kepatuhan dan Verifikasi Kekayaan Pegawai M. Ali Imron memberikan pemaparan terkait kode etik dan kode perilaku pegawai Kemenkeu dan pencegahannya, serta penegakan sampai dengan pemantauan dan evaluasinya. Selain itu juga dijelaskan mengenai kode etik dan kode perilaku bagi jabatan fungsional auditor. Kemudian dilanjutkan pemaparan lebih rinci terkait penanganan benturan kepentingan sesuai KEP-34/IJ/2020 oleh Auditor Madya Inspektorat VII Januarti Tiurmaida dan Analis Tata Usaha dan Penugasan Jabatan Fungsional Inspektorat VII Junior Hadi Sufiyanto.

Acara sosialisasi ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Hasil diskusi pada sesi ini sekaligus menjadi masukan dalam menyusun kebijakan lebih detail terkait kode etik, kode perilaku, dan benturan kepentingan di lingkungan Inspektorat Jenderal.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN