Berbagi Pengalaman Antikorupsi dengan DJBC

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2021-06-22 01:49:02
Liputan Utama Galeri Berita Utama



 

Jakarta, 19 Juni 2021 – Salah satu kiat Inspektorat Jenderal dalam melakukan internalisasi antikorupsi di lingkungan Kemenkeu adalah berpartisipasi dalam kegiatan Unit Eselon I lain. Kali ini, Inspektorat Jenderal hadir pada acara yang diselenggarakan oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Direktorat Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga. Acara sosialisasi yang bertemakan “Perangi Korupsi, Perangi Negeri” ini dilakukan secara daring pada kamis (10/6) lalu.

Acara dengan tema korupsi ini sebagai salah satu langkah pembinaan pegawai di lingkungan DJBC agar indeks fraud, pelanggaran kode etik pegawai, dan pelanggaran disiplin menurun. Sehingga DJBC memiliki Sumber Daya Manusia yang unggul, disiplin, dan berintegritas. Selain itu, acara ini juga sebagai wujud komitmen DJBC dalam memberantas korupsi di lingkungan Kemenkeu.

Auditor Madya Inspektorat Bidang Investigasi Itjen Kemenkeu Nur Achmad turut berpartisipasi menjadi narasumber bersama Plh. Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wuryono Prakoso. Bersama Kepala Seksi Strategi Komunikasi dan Opini Publik Dit. KIAL Teddy Triatmojo sebagai moderator.

Acara dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Robi Toni. Robi Toni mengingatkan betapa pentingnya mengambil pelajaran dari kejadian masa lalu. Agar kedepannya dapat berbenah dan mampu menciptakan lingkungan dengan budaya antikorupsi, dan membangun awareness untuk segera ditindaklanjuti.

Nur Achmad memulai pemaparan dengan menyampaikan hasil Survei Penilaian Integritas DJBC yang diharapkan dapat menjadi bahan untuk mengetahui beberapa indikator terkait integritas pegawai DJBC. Tidak lupa Nur Achmad juga memberikan penekanan betapa pentingnya pegawai memahami dan memanfaatkan saluran pengaduan di DJBC yaitu WISE dan SIPUMA. Pemaparan terkait isu terkini dan modus-modus yang kerap terjadi di DJBC disampaikan secara rinci, agar pegawai dapat menjaga lingkungan kerja dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Nur Achmad kembali mengingatkan kembali peraturan terkait disiplin pegawai dan sanksi serta konsekuensi apabila terjadi pelanggaran.

Sedangkan, Wuryono Prakoso memberikan materi mengenai “Strategi Menyiasati Perilaku untuk mencegah Korupsi”. Ia berpesan untuk terus memperbarui titik-titik rawan agar mengikui perkembangan modus-modus korupsi, sehingga dapat mencegahnya sejak dini. Diharapkan kedepannya setiap pegawai DJBC dapat menciptakan komunitas untuk sama-sama mencegah terjadinya korupsi.

Acara yang dikemas dalam bentuk sosialisasi tersebut dilakukan secara daring melalui Zoom dan Live Youtube Kanal BC. Acara berlangsung kurang lebih selama tiga jam ini diikuti oleh kurang lebih 1.500 pejabat/pegawai BC dari seluruh Indonesia.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN