Sinergi Pengawalan Itjen Kemenkeu dan DJBC Banyuwangi Dongkrak Ekspor-Impor

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2021-06-22 01:46:45
Berita Utama Galeri Liputan Utama



 (foto: Bea Cukai Banyuwangi)


Kunjungan Inspektorat Jenderal Kemenkeu ke Kabupaten Banyuwangi (13-14/06), tentu tidak hanya berkolaborasi dengan sesama APIP. Karena ekosistem pengawasan APBN memerlukan sinergi yang kuat dari seluruh elemen. Tim Inspektorat V Itjen Kemenkeu menggandeng Bea Cukai Banyuwangi untuk melihat langsung kegiatan di Banyuwangi terutama yang mendukung ekspor-impor.

Selain bertandang ke Kantor Bupati Kabupaten Banyuwangi dan Puskesmas Sobo, Tim Inspektorat V Itjen Kemenkeu bersama Bea Cukai Banyuwangi berkesempatan mengunjungi CV. Blimbingsari Creative Craft, PT. Lundin Industry Invest, dan CV. Baruna Jaya.

Dalam kesempatan ini, Tim Inspektorat V Itjen Kemenkeu mewawancarai beberapa pengusaha terkait pelayanan bea cukai yang diberikan klien pengawasannya. Hasil wawancara menunjukkan hal yang positif atas pelayanan bea cukai di Kabupaten Banyuwangi. Patrick pun mengajak pengusaha Banyuwangi untuk memanfaatkan kebijakan konsolidasi ekspor yang ditawarkan oleh Bea Cukai. Konsolidasi ekspor merupakan pengumpulan barang ekspor (dua atau lebih PEB) dalam satu peti kemas yang sama.

“Saat ini, hanya investasi dan ekspor yang mampu mendongkrak laju dan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Patrick di tengah-tengah kegiatan peninjauan lapangan. Saat ini, produsen lokal harus bersatu, saling melengkapi satu sama lain agar dapat meningkatkan ekspor. Akan lebih baik lagi jika produsen lokal dapat mendirikan asosiasi atau paguyuban agar lebih terkoordinir dan melakukan ekspor sesuai porsi masing-masing.

Pengawasan atas pengelolaan keuangan negara harus semakin diperkuat dengan dukungan dari seluruh elemen pemerintah dan masyarakat. Besar harapan bahwa kolaborasi pengawalan dengan berbagai pihak ini dapat semakin mendorong program PC-PEN 2021 berjalan secara tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat kualitas.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN